Tepat satu bulan lalu, saya mulai aktif publish konten di yourwebsitepartner.web.id. Bukan cuma landing page dan sedikit artikel seadanya, tapi mengikuti content calendar yang saya susun sendiri, mencakup lima niche utama: klinik, kafe dan resto, penginapan, serta agen tour dan travel, dalam dua bahasa sekaligus, Indonesia dan Inggris.
Tulisan ini adalah rekap jujur soal apa yang sudah berjalan, apa yang sempat bermasalah, dan apa yang saya pelajari selama sebulan ini. Tujuannya bukan cuma dokumentasi pribadi, tapi juga supaya siapa pun yang sedang membangun website bisnisnya sendiri bisa belajar dari prosesnya, termasuk bagian yang tidak selalu mulus.
Apa yang Sudah Dibangun
Dalam sebulan ini, saya berhasil menyelesaikan:
- Satu landing page general berbahasa Inggris untuk target pasar ASEAN
- Landing page lokal untuk Cirebon, lengkap dengan FAQ yang mencakup area sekitar seperti Kuningan, Majalengka, dan Indramayu
- Draft landing page Bandung, siap dipublish
- Sekitar selusin artikel blog, mencakup TOFU sampai BOFU, termasuk artikel edukasi soal GEO (Generative Engine Optimization) dan artikel khusus soal fitur Ask Maps dari Google
- Setup multibahasa penuh lewat Polylang, termasuk header navigation yang terpisah per bahasa
- Custom domain aktif dengan SSL, setelah melewati sedikit drama di prosesnya (lebih detail di bagian kendala teknis)
Data dari Google Search Console
Ini bagian yang saya putuskan untuk tetap jujur, termasuk angka yang masih kecil.
- Total impressions (28 hari terakhir): 59
- Total clicks: 0
- Rata-rata posisi: 49.5
- Keyword yang mulai muncul: jasa website cirebon, dan yang paling menarik, ask maps google business profile dengan 4 impression
Di minggu-minggu awal, data yang muncul di Search Console bahkan sempat didominasi keyword yang sama sekali tidak relevan, seperti “service computer” atau “hire software developers”. Ini ternyata wajar untuk domain baru, Google butuh waktu untuk benar-benar “mengerti” niche website sebelum mencocokkannya ke keyword yang tepat.
Yang paling menarik buat saya justru artikel soal Ask Maps yang baru saya publish beberapa hari sebelumnya, ternyata sudah langsung dapat impression untuk keyword terkait. Rata-rata posisi masih jauh dari halaman satu (di angka 49.5), dan belum ada satupun klik, tapi ini bukti awal bahwa konten yang membahas topik yang masih jarang digarap kompetitor, seperti GEO dan AI search, punya peluang lebih cepat “ditangkap” Google dibanding keyword yang sudah sangat kompetitif.
Kendala Teknis yang Saya Hadapi
Beberapa masalah teknis cukup memakan waktu untuk diselesaikan, dan saya rasa ini bagian paling bermanfaat untuk dibagikan.
Konflik Extendify AI Page Builder dengan Polylang
Karena homepage awal digenerate pakai AI Page Builder, beberapa section tersimpan sebagai synced pattern. Ini bermasalah begitu saya mulai translate konten ke Bahasa Indonesia, karena mengedit satu bahasa otomatis mengubah bahasa lainnya juga. Solusinya, setiap section perlu di-detach dulu dari pattern sebelum diedit per bahasa.
Redirect Loop Saat Aktivasi SSL
Begitu custom domain diarahkan lewat DNS, sempat muncul redirect loop (ERR_TOO_MANY_REDIRECTS) karena WordPress mencoba memaksa HTTPS sementara sertifikat SSL belum selesai di-generate di sisi server. Masalah ini selesai sendiri setelah proses SSL rampung, tapi sempat bikin panik beberapa jam.
Site Title yang Ternyata Kosong
Ini kesalahan sepele tapi berdampak, field Site Title di pengaturan WordPress ternyata tidak pernah diisi sejak awal. Akibatnya, semua SEO title di hasil pencarian Google muncul dengan format aneh, judul halaman diikuti tanda pisah kosong tanpa nama brand di belakangnya.
Kebingungan Soal Indexing RSS Feed
Search Console sempat menandai belasan URL sebagai bermasalah, tapi ternyata semuanya adalah RSS feed otomatis dari kategori dan tag, bukan halaman konten asli. Ini pengingat bagus untuk tidak panik duluan sebelum benar-benar memahami apa yang ditandai.
Pelajaran yang Saya Ambil
Beberapa insight yang menurut saya paling berharga dari sebulan ini:
Pertama, data awal SEO memang tidak representatif, dan itu tidak apa-apa. Godaan terbesar adalah mengambil kesimpulan terlalu cepat dari angka yang masih sangat kecil, padahal butuh waktu jauh lebih lama untuk melihat pola yang sebenarnya.
Kedua, hal-hal teknis mendasar seperti Site Title dan robots.txt yang benar, ternyata jauh lebih berpengaruh daripada yang saya kira. Sering kali bukan strategi besar yang bermasalah, tapi detail kecil yang terlewat.
Ketiga, positioning di sekitar GEO dan AI search ternyata masih sangat jarang digarap kompetitor di niche saya. Setelah riset SERP untuk beberapa keyword utama, saya lihat sendiri hampir tidak ada kompetitor yang menyinggung soal kesiapan bisnis untuk pencarian berbasis AI. Ini validasi bagus untuk terus memperkuat arah ini.
Rencana Bulan Depan
Beberapa hal yang akan saya lanjutkan di bulan kedua:
- Publish landing page Bandung yang sudah didraft
- Lanjut mengikuti content calendar, termasuk konten seasonal menjelang musim liburan akhir tahun
- Mulai kumpulkan testimoni klien nyata untuk menggantikan konten placeholder
- Terus pantau perkembangan fitur AI search seperti Ask Maps, dan sesuaikan strategi GEO kalau ada perubahan signifikan
Satu bulan ini baru permulaan. Belum ada hasil besar yang bisa dipamerkan, tapi fondasinya sudah mulai terbentuk. Saya akan terus update perjalanan ini secara berkala, termasuk kalau nanti ada kegagalan atau strategi yang ternyata tidak berjalan seperti rencana.

Tinggalkan Balasan